Kembali
Tutor โ€” 28 Mei 2026

Cara Membuat Subdomain di cPanel untuk Project Laravel atau Website Lain

Cara Membuat Subdomain di cPanel untuk Project Laravel atau Website Lain

Waktu pertama kali belajar deploy project ke hosting, gw kira semua website harus ditaruh di:

public_html

Ternyata nggak ๐Ÿ˜„

Kalau project mulai banyak, jauh lebih rapi kalau dipisah pakai subdomain.

Contohnya:

  • journal.domain.com
  • api.domain.com
  • store.domain.com
  • demo.domain.com

Jadi setiap project punya folder dan domain sendiri.

Menurut gw ini jauh lebih enak buat:

  • management project
  • deploy Laravel
  • demo aplikasi
  • testing
  • portfolio
  • multi client

Di artikel ini gw bakal share cara setup subdomain di cPanel berdasarkan setup yang gw pakai sendiri.


Apa Itu Subdomain?

Subdomain itu bagian tambahan dari domain utama.

Contoh:

Domain utama:

domain.com

Subdomain:

journal.domain.com
api.domain.com
demo.domain.com

Jadi subdomain bisa dianggap seperti โ€œwebsite terpisahโ€ tapi masih dalam satu domain utama.


Kenapa Gw Pakai Subdomain?

Karena gw punya beberapa project berbeda.

Contoh:

  • journal pribadi
  • demo aplikasi Laravel
  • landing page client
  • API project

Kalau semuanya ditaruh di:

public_html

lama-lama bakal berantakan.

Makanya gw pisah pakai subdomain supaya:

  • folder lebih rapi
  • deployment lebih gampang
  • domain lebih enak dilihat
  • project tidak campur-campur

1. Masuk ke cPanel

Login ke cPanel hosting.

Lalu cari menu:

Domains

atau:

Domains โ†’ Create A New Domain

Beberapa provider masih memakai menu:

Subdomains

Tapi di cPanel baru biasanya semuanya lewat menu Domains.


2. Isi Nama Subdomain

Contoh gw mau bikin:

journal.domain.com

Maka yang diisi hanya:

journal

Sedangkan domain utama pilih:

domain.com

Nanti otomatis menjadi:

journal.domain.com

3. Document Root

Biasanya cPanel otomatis membuat folder seperti:

/home/username/journal.domain.com

Nah folder ini nanti menjadi root website subdomain tersebut.

Artinya: semua file yang ada di folder itu akan dibaca oleh:

journal.domain.com

4. Share Document Root

Kadang ada checkbox seperti:

Share document root with domain.com

Menurut gw: jangan dicentang.

Kalau dicentang: subdomain akan memakai folder yang sama dengan domain utama.

Akibatnya:

  • isi website bisa sama
  • file bercampur
  • project tidak terpisah

Gw lebih suka setiap subdomain punya folder sendiri.


5. Setelah Subdomain Dibuat

Biasanya folder otomatis muncul di home directory:

/home/username/journal.domain.com

Kalau cek via SSH:

ls ~

akan muncul:

journal.domain.com

6. Struktur Project yang Gw Pakai

Biasanya gw pisahkan seperti ini:

Source Code

/home/username/repositories/project

Public Web Root

/home/username/journal.domain.com

Jadi source Laravel tetap aman di luar public web root.


7. Kenapa Laravel Tidak Langsung di Public Folder?

Karena Laravel punya:

  • .env
  • source code
  • config
  • vendor

Kalau semuanya langsung ditaruh di public web root itu agak bahaya.

Makanya biasanya yang dibuka public hanya folder:

public

8. Setup Laravel dengan Subdomain

Contoh:

Project Laravel

/home/username/repositories/journal

Public Laravel

/home/username/repositories/journal/public

Root Subdomain

/home/username/journal.domain.com

Biasanya gw:

  • copy isi folder public Laravel
  • atau setup symlink kalau hosting support

9. Kenapa Kadang Route Laravel 404?

Waktu pertama deploy Laravel di subdomain, gw sempat kena masalah:

  • homepage bisa
  • route lain 404

Ternyata penyebabnya .htaccess.

Pastikan di root subdomain ada:

.htaccess

Isi minimal:

<IfModule mod_rewrite.c>
    RewriteEngine On

    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
    RewriteRule ^ index.php [L]
</IfModule>

Karena tanpa rewrite ini, Apache tidak akan mengarahkan route ke Laravel.


10. Subdomain Bisa Dipakai untuk Banyak Project

Menurut gw ini bagian paling enak.

Contoh setup:

journal.domain.com
demo.domain.com
store.domain.com
api.domain.com

Masing-masing:

  • punya folder sendiri
  • punya repository sendiri
  • deploy sendiri-sendiri

Workflow jadi jauh lebih rapi.


11. Workflow Deploy yang Gw Pakai

Biasanya workflow gw seperti ini:

Local:

git push

Hosting:

ssh cpanel-ssh
cd ~/repositories/project
git pull
composer install
npm run build

Done.

Dan karena tiap project punya subdomain sendiri, semuanya jadi lebih gampang di-manage.


Penutup

Menurut gw, belajar setup subdomain itu penting banget kalau mulai sering deploy project sendiri.

Awalnya memang agak bingung:

  • document root
  • folder public
  • .htaccess
  • symlink
  • Laravel structure

Tapi begitu paham konsepnya, setup project baru jadi jauh lebih cepat dan rapi.

Dan jujur, setelah mulai pakai subdomain untuk setiap project, gw hampir nggak pernah lagi naruh semua project di public_html ๐Ÿ˜„

Related Articles

Tutor